Malang – Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia yang diperingati setiap 10 September diwarnai insiden di lingkungan Universitas Brawijaya (UB). Seorang laki-laki dilaporkan melakukan percobaan bunuh diri dengan melompat dari lantai 6 Gedung Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) UB pada pagi hari.

Petugas kemudian mengevakuasi tubuh korban dari lokasi kejadian. Area parkiran gedung FBiPK yang menjadi tempat jatuhnya korban juga langsung disterilkan dan dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.

Informasi yang diperoleh di lokasi menyebutkan, laki-laki tersebut diduga merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran UB. Sebelum kejadian, korban disebut sempat berada di atas kanopi jendela lantai 6 gedung.

Rekaman video yang beredar di media sosial juga memperlihatkan seorang pria mengenakan kemeja kotak-kotak berwarna krem dan celana dengan warna senada melompat dari kanopi jendela gedung menuju area parkir.

Dalam rekaman tersebut, tubuh dan kaki pria itu sempat mengenai sebuah sepeda motor yang terparkir sebelum akhirnya jatuh ke permukaan paving di area bawah gedung.

Setelah proses evakuasi selesai, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan UB, Dr. Setiawan Noerdajasakti, SH., MH., datang meninjau lokasi kejadian.

“Saya baru tahu juga, jadi belum tahu apa-apa. Saya datang ke sini ingin tahu juga,” ujar Noerdajasakti saat ditemui di lokasi.

Terkait penanganan berikutnya, Noerdajasakti mengatakan masih akan melakukan koordinasi dan memikirkan langkah yang akan diambil pihak universitas menyusul kejadian tersebut.

Sementara itu, Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PSIK) FK UB yang dihubungi melalui sambungan telepon menyampaikan bahwa keterangan resmi mengenai insiden tersebut sepenuhnya diserahkan kepada Humas Universitas Brawijaya.

Upaya konfirmasi kepada Humas UB belum memperoleh keterangan karena telepon Humas UB kosong. Saat itu, hanya terdapat seorang mahasiswa magang, sementara kepala dan seluruh staf Humas UB sedang berada di luar kota.

Di tengah penanganan kejadian tersebut, pihak Rektorat UB disebut langsung menggelar rapat internal pada siang hari untuk membahas insiden yang terjadi di lingkungan kampus.

Insiden yang terjadi bertepatan dengan Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia tersebut menggemparkan kawasan Kampus UB dan menjadi perhatian di lingkungan universitas.