SIMALUNGUN | REPUBLIK.CO.ID – Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Eko Yudis Parlin Rajagukguk, menghadiri peringatan Haul ke 17 Tuan Guru Batak (TGB) Syekh Abdurrahman Rajagukguk QS dirangkaikan dengan doa untuk keselamatan bangsa serta peresmian Rumah Tahfidz Quran Haji Sugiat Santoso. Kegiatan keagamaan tersebut berlangsung khidmat di Pondok Persulukan Serambi Babussalam, Desa Jawa Tongah, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu (17/10/2026).
Mengangkat tema “Mempertajam Nurani, Menumbuhkan Empati & Kemanusiaan”, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai spiritualitas, kepedulian sosial, persaudaraan, dan persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan kehidupan bermasyarakat.
Kehadiran Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan dalam kegiatan tersebut juga mencerminkan pentingnya membangun hubungan harmonis antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen bangsa.
Tidak hanya menjadi ajang mengenang keteladanan dan perjuangan Tuan Guru Batak Syekh Abdurrahman Rajagukguk QS, peringatan haul ini juga menjadi ruang refleksi bersama mengenai pentingnya menjaga akhlak, memperkuat kepedulian terhadap sesama, dan menumbuhkan semangat kebangsaan.
Di tengah kehidupan masyarakat semakin dinamis, nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan dinilai memiliki peran penting dalam membangun kehidupan damai, harmonis, serta menjunjung tinggi toleransi.
Haul Ke 17 Menjadi Momentum Memperkuat Persaudaraan dan Kepedulian Sosial
Rangkaian peringatan Haul ke 17 Tuan Guru Batak tersebut diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan, di antaranya zikir dan doa bersama, Suluk Untuk Negeri, khatam Al Quran, Maulid Nabi, hingga Senandung Sufi.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana religius dan penuh kekhusyukan. Ribuan jamaah dan masyarakat turut hadir untuk mengikuti kegiatan sekaligus memanjatkan doa bagi keselamatan bangsa dan negara.
Kegiatan tersebut juga menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi antar tokoh agama, pejabat pemerintahan, unsur TNI Polri, akademisi, dan masyarakat umum.
Melalui pertemuan lintas elemen ini, semangat persaudaraan dan kebersamaan diharapkan semakin kuat, sehingga perbedaan latar belakang, pandangan, maupun kedudukan tidak menjadi penghalang untuk membangun Indonesia damai dan bermartabat.
Peringatan haul tersebut bertepatan dengan 6 Jumadil Awal 1448 Hijriah, sekaligus menghadirkan pesan bahwa pembangunan bangsa tidak hanya membutuhkan kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga harus ditopang oleh kekuatan moral, spiritualitas, dan kepedulian terhadap sesama.
Rumah Tahfidz Quran Haji Sugiat Santoso Diresmikan
Momentum Haul ke 17 Tuan Guru Batak juga dirangkaikan dengan peresmian Rumah Tahfidz Quran Haji Sugiat Santoso yang diinisiasi bersama Tuan Guru Batak (TGB) Syekh Dr Ahmad Sabban El Rahmaniy Rajagukguk, M.A.
Peresmian rumah tahfidz tersebut menjadi salah satu bagian penting dari kegiatan karena berkaitan langsung dengan pembinaan keagamaan dan pembangunan karakter generasi muda.
Keberadaan Rumah Tahfidz Quran diharapkan dapat menjadi sarana bagi anak-anak dan generasi muda untuk mempelajari, membaca, memahami, serta menghafal Al Quran.
Lebih dari itu, pendidikan Al Quran juga diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai akhlak, kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian sosial sejak dini.
Pembentukan karakter generasi muda merupakan bagian penting dalam mempersiapkan masa depan bangsa. Generasi pemilik pengetahuan, akhlak, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial diharapkan dapat menjadi kekuatan positif dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam konteks tersebut, kehadiran rumah tahfidz tidak hanya berkaitan dengan kegiatan pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia berkarakter dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Dihadiri Sejumlah Tokoh Nasional dan Daerah
Peringatan Haul ke 17 Tuan Guru Batak Syekh Abdurrahman Rajagukguk QS tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, pejabat pemerintah daerah, unsur TNI Polri, tokoh agama, akademisi, serta ribuan jamaah.
Di antara tokoh yang hadir ialah Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Dr H Sugiat Santoso, S.E., M.S.P.; Wakil Bupati Simalungun, H Zonny Waldi, S.Sos., M.M.; Komandan Distrik Militer 0207/Simalungun, Letnan Kolonel Infanteri Agus Muchtadi Rangkuti, S.E., M.I.P.; serta Kepala Kepolisian Resor Simalungun, AKBP Dr Hendri Nupia Dinka Barus.
Hadir pula Kepala Kepolisian Resor Pematang Siantar, AKBP Dhana Noer Kurniawan, S.I.K., M.M.; Rektor Universitas Negeri Medan periode 2019–2023, Prof. Dr. Syamsul Gultom; dan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sumatera Utara, Gusmiyadi, S.E.
Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan pentingnya membangun kebersamaan dan komunikasi di antara pemangku kepentingan dalam menjaga kehidupan masyarakat aman, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.
Partisipasi jajaran pemerintah dalam kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kedekatan dengan masyarakat serta memahami pentingnya nilai-nilai hidup di tengah lingkungan sosial.
Eko Yudis Parlin Rajagukguk: Imigrasi Harus Hadir dengan Semangat Kemanusiaan
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Eko Yudis Parlin Rajagukguk, menyampaikan bahwa kehadiran jajaran keimigrasian dalam kegiatan tersebut merupakan wujud dukungan terhadap upaya mempererat hubungan antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat.
Menurutnya, institusi pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menjalankan tugas dan fungsi sesuai kewenangannya sekaligus membangun hubungan baik dengan masyarakat.
“Partisipasi kami dalam kegiatan ini merupakan wujud komitmen untuk terus menjalin sinergi dengan seluruh elemen masyarakat, sekaligus memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan persatuan bangsa,” ujar Eko Yudis Parlin Rajagukguk.
Ia menegaskan, nilai kemanusiaan dan persatuan merupakan fondasi penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, hubungan yang harmonis antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat perlu terus dipelihara melalui komunikasi, kebersamaan, serta partisipasi dalam berbagai kegiatan positif.
Eko juga menekankan bahwa keberadaan institusi pemerintah di tengah masyarakat tidak semestinya hanya dipahami dari pelaksanaan tugas administratif dan pelayanan formal. Lebih dari itu, hubungan sosial baik dapat menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi negara.
“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Imigrasi tidak hanya berkaitan dengan pelayanan keimigrasian, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat yang turut mendukung kegiatan positif serta memberikan manfaat nyata bagi bangsa dan negara,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa semangat kemanusiaan, toleransi, dan persatuan harus terus dijaga agar masyarakat dapat hidup berdampingan secara damai, saling menghormati, dan bersama-sama berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Sejalan dengan Semangat “Imigrasi untuk Rakyat”
Eko Yudis Parlin Rajagukguk juga mengaitkan partisipasi tersebut dengan semangat “Imigrasi untuk Rakyat” digaungkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko.
Semangat tersebut menegaskan pentingnya menghadirkan pelayanan keimigrasian profesional, humanis, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, pelayanan baik bukan hanya menyangkut ketepatan prosedur dan kepastian administrasi, melainkan juga bagaimana masyarakat memperoleh pelayanan jelas, bertanggung jawab, dan menghormati hak-hak mereka sesuai ketentuan berlaku.
Prinsip humanis menjadi penting karena pelayanan publik pada hakikatnya berkaitan dengan kebutuhan masyarakat. Oleh sebab itu, profesionalisme aparatur perlu berjalan beriringan dengan integritas, kepedulian, dan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.
Partisipasi dalam kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan seperti Haul ke 17 Tuan Guru Batak juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan sosial antara institusi pemerintah dan masyarakat.
Meski demikian, pelaksanaan tugas utama keimigrasian tetap menjadi tanggung jawab harus dijalankan secara profesional sesuai peraturan perundang-undangan.
Dengan demikian, pelayanan publik dan kepedulian sosial dapat berjalan beriringan tanpa mengesampingkan tugas pokok serta kewenangan institusi.
Sinergi Pemerintah, Tokoh Agama, dan Masyarakat Perlu Terus Diperkuat
Kegiatan Haul ke 17 Tuan Guru Batak Syekh Abdurrahman Rajagukguk QS memberikan pesan bahwa persatuan bangsa membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, serta masyarakat umum memiliki peran masing-masing dalam menjaga keharmonisan sosial dan membangun kehidupan lebih baik.
Tokoh agama, misalnya, memiliki peran strategis dalam menyampaikan pesan moral, menanamkan nilai-nilai kebaikan, serta mendorong umat untuk menjaga kerukunan dan menghormati perbedaan.
Sementara itu, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menjalankan pelayanan publik, menjaga kepercayaan masyarakat, serta membangun tata kelola pemerintahan profesional dan berorientasi pada kepentingan publik.
Kolaborasi di antara berbagai unsur tersebut dapat menjadi modal sosial penting untuk menghadapi tantangan kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan keagamaan, dialog, dan kerja sama lintas sektor, masyarakat diharapkan semakin menyadari bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk terpecah belah, melainkan bagian dari kehidupan bangsa harus disikapi dengan sikap saling menghormati.
Pesan tersebut sejalan dengan tema haul menekankan pentingnya mempertajam nurani, menumbuhkan empati, serta memperkuat nilai-nilai kemanusiaan.
Imigrasi Belawan Berkomitmen Memberikan Pelayanan Profesional dan Humanis
Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat hubungan harmonis dengan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan keimigrasian.
Pelayanan profesional, humanis, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat menjadi prinsip penting dalam menjalankan tugas institusi.
Kehadiran jajaran keimigrasian dalam kegiatan Haul ke 17 Tuan Guru Batak diharapkan dapat memperkuat sinergi lintas sektor serta membuka ruang komunikasi baik antara pemerintah dan masyarakat.
Pada akhirnya, kegiatan ini bukan hanya menjadi momentum keagamaan untuk mengenang sosok Tuan Guru Batak Syekh Abdurrahman Rajagukguk QS, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga persaudaraan, menumbuhkan empati, memperkuat pendidikan karakter, dan memelihara persatuan bangsa.
Melalui semangat tersebut, nilai-nilai spiritualitas diharapkan dapat diwujudkan dalam tindakan nyata, baik melalui kepedulian sosial, penghormatan terhadap sesama, maupun komitmen memberikan pelayanan publik semakin baik.
Dengan semangat “Imigrasi untuk Rakyat”, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan diharapkan terus memperkuat kepercayaan masyarakat melalui pelayanan profesional, berintegritas, dan humanis, sekaligus menjaga hubungan harmonis dengan seluruh elemen masyarakat demi terwujudnya kehidupan berbangsa aman, damai, dan bermartabat.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.