Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP LSM TKN, Adi Warman Lubis, menegaskan bahwa kegiatan bakti sosial tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekedar penyaluran bantuan pangan. Menurutnya, pembagian 2000 paket beras merupakan cerminan nyata semangat persaudaraan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial yang seharusnya menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat.

“Bakti sosial ini bukan sekadar membagikan beras, melainkan juga menjadi wujud nyata kepedulian, persaudaraan, dan tanggung jawab sosial. Perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu dan berbuat baik. Justru melalui kebersamaan, kita dapat menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat”, kata Adi Warman Lubis. Dirinya menekankan bahwa Indonesia merupakan bangsa besar yang dibangun di atas keberagaman suku, agama, budaya, dan golongan. Karena itu, semangat toleransi dan persatuan harus terus diperkuat melalui tindakan nyata yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Adi Warman Lubis juga mengajak seluruh organisasi kemasyarakatan, komunitas sosial, tokoh agama, tokoh pemuda, dan berbagai elemen bangsa untuk tidak pernah lelah menebarkan kebaikan. Menurutnya, kegiatan sosial yang dilaksanakan secara bersama-sama dapat menjadi sarana memperkuat hubungan antarmasyarakat sekaligus menumbuhkan rasa saling menghormati di tengah perbedaan.

“Semoga bantuan yang disalurkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat penerima. Kami juga berharap semangat berbagi, toleransi, dan gotong royong terus tumbuh sehingga persatuan dan kerukunan di tengah masyarakat semakin kuat”, ujarnya.

Kegiatan bakti sosial yang dilakukan di Vihara Thien San Thien Shia tersebut juga membawa pesan moral bahwa nilai-nilai kemanusiaan bersifat universal. Kepedulian terhadap sesama tidak seharusnya dibatasi oleh identitas, keyakinan, maupun latar belakang sosial.

Justru di tengah keberagaman itulah semangat persaudaraan harus terus dipupuk agar tercipta kehidupan masyarakat yang rukun, damai, dan saling menghargai. Pembagian 2.000 paket beras tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat secara ekonomi, tetapi juga menghadirkan pesan bahwa masyarakat tidak berjalan sendiri dalam menghadapi kesulitan hidup.

Momentum menyambut ulang tahun Dewi Kwan Im 9 Gwek 19 pun menjadi pengingat pentingnya menebarkan kasih sayang, memperbanyak kebajikan, dan mengulurkan tangan kepada mereka yang membutuhkan. Sebab, persaudaraan sejati bukan hanya diucapkan melalui kata-kata, melainkan dibuktikan melalui tindakan nyata.