MEDAN | REPUBLIK.CO.ID — Aktivitas warga di kawasan Jalan Prof. H.M. Yamin, tepat di depan Rumah Sakit Umum (RSU) Dr. Pirngadi Medan, Jumat (2/10/2026), mendadak diwarnai aksi berbagi. Sebanyak 720 paket makanan dibagikan kepada masyarakat yang melintas maupun beraktivitas di kawasan tersebut.
Aksi sosial bertajuk Jumat Barokah itu digelar Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) TKN Kompas Nusantara bersama Salur Kasih Indonesi (SKI) dan Yayasan Lansia Merdeka Indonesia (YLMI).
Sejumlah kelompok masyarakat menjadi sasaran pembagian, mulai dari pengemudi ojek online (ojol), sopir angkutan kota (angkot), tukang becak, pekerja harian, penumpang hingga warga yang kebetulan melintas.
Bukan sekedar membagikan makanan, kegiatan tersebut juga menghadirkan interaksi langsung antara para pengurus organisasi dengan masyarakat. Senyum, sapaan dan ucapan terima kasih mewarnai kegiatan yang berlangsung di tengah aktivitas warga Kota Medan.
Sebanyak 300 kotak donat, 120 kotak nasi dan ayam penyet, serta 300 cup bubur kacang hijau disiapkan untuk dibagikan.
Jumlah tersebut jika dirinci mencapai 720 paket makanan yang diperuntukkan bagi masyarakat.
Adi Warman Lubis: Jangan Berhenti pada Seremoni
Ketua Umum DPP TKN Kompas Nusantara, Adi Warman Lubis, menegaskan bahwa Jumat Barokah tidak boleh dipandang sekadar sebagai agenda pembagian makanan.
Menurutnya, inti kegiatan justru terletak pada bagaimana kepedulian dapat diwujudkan secara langsung dan berkelanjutan.
“Kami ingin Jumat Barokah ini bukan sekadar kegiatan membagikan makanan, lalu selesai begitu saja. Yang paling penting adalah bagaimana semangat kepedulian itu terus hidup,” ujar Adi.
Ia mengatakan, masyarakat yang ditemui di jalan merupakan orang-orang yang setiap hari bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
“Ada yang sejak pagi sudah berada di jalan, ada yang mengantar penumpang, mencari order, menarik becak, berdagang dan bekerja untuk keluarganya. Mungkin bagi kita makanan yang dibagikan ini sederhana, tetapi ketika diberikan pada waktu yang tepat, bisa menjadi bentuk penghargaan atas perjuangan mereka,” katanya.
Adi juga menekankan pentingnya kepedulian yang diwujudkan melalui tindakan.
“Kita tidak ingin kepedulian hanya menjadi slogan. Kepedulian harus terlihat dalam tindakan. Karena itu, kami bersama SKi dan YLMI turun langsung,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan sosial serupa dapat terus dilakukan dan menjangkau masyarakat lebih luas.
“Kalau kita bisa membantu, bantulah. Kalau kita bisa berbagi, berbagi. Karena kepedulian yang nyata jauh lebih berarti daripada sekedar kata-kata,” pungkas Adi.
Nirwana Dwi Surbakti: Masyarakat Butuh Kepedulian yang Konsisten
Bendahara Umum DPP TKN Kompas Nusantara, Nirwana Dwi Surbakti, ST, yang turut mendampingi kegiatan tersebut, mengatakan masyarakat yang ditemui di Jalan Prof. H.M. Yamin merupakan bagian dari denyut aktivitas Kota Medan.
Ia melihat antusiasme masyarakat sebagai salah satu gambaran bahwa kegiatan sosial yang dilakukan secara langsung dapat menciptakan ruang interaksi dengan warga.
“Ada abang ojol, sopir angkot, penumpang, abang becak dan masyarakat lainnya. Mereka semua memiliki cerita dan perjuangan masing-masing,” ujar Dirwana.
Menurutnya, jumlah makanan yang dibagikan memang tidak dimaksudkan untuk menyelesaikan seluruh persoalan masyarakat.
Namun, kata dia, langkah sederhana tetap memiliki arti apabila dilakukan dengan niat baik dan tepat sasaran.
“Kita siapkan 300 kotak donat, 120 kotak nasi dan ayam penyet, serta 300 cup bubur kacang hijau. Jumlahnya mungkin tidak menyelesaikan seluruh persoalan masyarakat, tetapi kami percaya sebuah langkah kecil tetap memiliki arti ketika dilakukan dengan niat yang baik dan tepat sasaran,” katanya.
