KISARAN | Republik.co.id – Opberasi Patuh Toba 2026 yang mulai digelar Senin (2/11/2026) pukul 08.00 WIB di Jalan Cokroaminoto, tepatnya di depan Kantor Satuan Lalu Lintas Polres Asahan, menjadi momentum bagi kepolisian untuk membangun budaya tertib berlalu lintas melalui pendekatan humanis, edukatif, dan persuasif.

Di bawah komando Kapolres Asahan AKBP Adi Dharma Pramudin, pelaksanaan operasi yang dijalankan jajaran Satuan Lalu Lintas di bawah pimpinan Kasat Lantas AKP Muhamad Rasyid Ridho, S.Tr.K., S.I.K., tidak hanya berorientasi pada penindakan pelanggaran, tetapi juga mengutamakan edukasi dan keselamatan masyarakat.

Pesan yang ingin disampaikan cukup jelas: polisi harus tegas terhadap pelanggaran, tetapi tetap santun dan humanis dalam memperlakukan masyarakat.
Diawali Arahan, Personel Diminta Utamakan Pelayanan
Sebelum turun ke lapangan, kesiapan personel terlebih dahulu dilakukan di lingkungan Kantor Satlantas Polres Asahan, tepatnya di bawah gapura biru bertuliskan “POLRES ASAHAN”.
Kapolres Asahan AKBP Adi Dharma Pramudin bersama Kasat Lantas AKP Muhamad Rasyid Ridho dan personel kepolisian serta instansi terkait memberikan perhatian terhadap kesiapan pelaksanaan operasi.
Dalam arahannya, Kapolres menekankan pentingnya profesionalisme, kedisiplinan, dan sikap santun dalam menjalankan tugas. Personel diminta mengedepankan komunikasi yang baik, memberikan penjelasan dengan bahasa sederhana, serta menghindari pendekatan yang dapat menimbulkan kesan intimidatif.
Bagi Polres Asahan, keberhasilan operasi bukan semata-mata diukur dari jumlah pelanggar yang ditindak, melainkan dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga keselamatan di jalan raya.
Teguran Humanis, Keselamatan Anak Jadi Perhatian
Gambaran pendekatan humanis terlihat ketika petugas Satlantas memberikan edukasi kepada seorang pengendara sepeda motor bernomor polisi BK 4910 OAS yang membonceng anak kecil tanpa menggunakan helm.
Seorang petugas berseragam rompi hijau stabilo tampak menghampiri pengendara dan memberikan penjelasan secara langsung dengan posisi sejajar. Pendekatan tersebut memperlihatkan komunikasi yang mengutamakan kesantunan dan edukasi.
Petugas mengingatkan bahwa penggunaan helm bagi anak yang dibonceng bukan sekadar kewajiban untuk menghindari sanksi, melainkan kebutuhan penting untuk melindungi kepala dari risiko cedera apabila terjadi kecelakaan.
Di lokasi yang sama, dua personel Polisi Wanita (Polwan) turut menyampaikan imbauan melalui papan edukasi bertuliskan “Patuhi Rambu-Rambu Lalu Lintas” dan “Jaga Jarak Aman Berkendara”.
Pesan sederhana tersebut mengandung makna penting: keselamatan harus menjadi prioritas setiap kali seseorang memulai perjalanan.
Kapolres Turun Langsung, Berdialog Dengan Pengendara
Komitmen pendekatan humanis juga ditunjukkan Kapolres Asahan AKBP Adi Dharma Pramudin dengan turun langsung ke jalan untuk memantau pelaksanaan operasi.
Mengenakan ban lengan bertuliskan KAOPSRES, Kapolres terlihat berdialog dengan seorang pengendara perempuan yang mengendarai sepeda motor matik berwarna putih dan mengenakan helm hijau.
Tidak hanya melakukan pemantauan, Kapolres juga berinteraksi serta mendengarkan penjelasan pengendara. Kasat Lantas bersama personel lainnya turut mendampingi kegiatan tersebut.
Kehadiran personel dengan rompi bertuliskan “KOLABORASI SUMUT BERKAH”, ditambah dukungan Bus Pelayanan Samsat Keliling, turut mewarnai kegiatan yang menggabungkan penegakan aturan, edukasi, dan pelayanan kepada masyarakat.
Keterlibatan langsung pimpinan kepolisian ini menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dua arah sehingga masyarakat tidak hanya memahami aturan, tetapi juga mengetahui alasan pentingnya aturan tersebut diterapkan.













Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.