Kapolres: Bukan Banyaknya Tilang, Tetapi Nyawa Yang Bisa Diselamatkan
Kapolres Asahan AKBP Adi Dharma Pramudin menegaskan bahwa seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Patuh Toba 2026 telah diperintahkan untuk mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis.
“Saya sudah perintahkan kepada seluruh anggota, mulai Senin 02 November 2026, laksanakan Operasi Patuh Toba dengan cara yang paling sederhana. Sapa warga kita. Senyum. Jelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti. Tegur dulu, edukasi dulu. Karena tujuan akhirnya bukan berapa banyak tilang yang kita keluarkan, tapi berapa banyak nyawa yang bisa kita selamatkan. Seperti bapak dan anak di foto itu, mereka adalah keluarga kita juga,” ungkap Kapolres.
Menurutnya, keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Setiap aturan dibuat bukan semata-mata untuk membatasi pengguna jalan, melainkan sebagai bentuk perlindungan terhadap keselamatan diri sendiri, keluarga, dan orang lain.
Kasat Lantas: Tegas Pada Pelanggaran, Humanis Kepada Masyarakat
Senada dengan Kapolres, Kasat Lantas Polres Asahan AKP Muhamad Rasyid Ridho, S.Tr.K., S.I.K. menegaskan bahwa pendekatan humanis bukan berarti mengesampingkan ketegasan dalam penegakan hukum.
“Kami di Sat Lantas Polres Asahan ini juga punya anak, punya istri, punya keluarga di rumah. Jadi ketika kami melihat anak kecil dibonceng tanpa helm, hati kami ikut miris. Makanya mulai tanggal 02 November di Jalan Cokroaminoto, kami akan bertindak tegas pada pelanggarannya, tapi tetap humanis pada orangnya. Kami ingin warga Asahan patuh karena sadar, bukan karena takut,” tegasnya.
Dalam pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2026, terdapat tujuh jenis pelanggaran yang menjadi perhatian petugas, yaitu:
1. Pengendara kendaraan bermotor di bawah umur.
2. Tidak menggunakan helm berstandar SNI.
3. Tidak menggunakan sabuk pengaman bagi pengemudi dan penumpang kendaraan yang diwajibkan.
4. Melawan arus lalu lintas.
5. Menggunakan telepon genggam saat berkendara.
6. Mengemudikan kendaraan dalam pengaruh alkohol.
7. Menggunakan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot brong.
Ketujuh jenis pelanggaran tersebut menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan kedisiplinan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas.
Keselamatan Keluarga Dimulai Dari Kepatuhan Di Jalan Raya
Melalui Operasi Patuh Toba 2026, Polres Asahan mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan utama dalam berkendara.
Pengendara diimbau memastikan kelengkapan surat-surat kendaraan, menggunakan helm berstandar SNI, memeriksa kondisi kendaraan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, serta tidak melakukan tindakan yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Sebelum melakukan perjalanan, masyarakat juga diharapkan memastikan fungsi kendaraan dalam keadaan baik, termasuk lampu utama, lampu rem, lampu sein, serta perlengkapan keselamatan lainnya.
Operasi Patuh Toba 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda penertiban dalam kurun waktu tertentu, tetapi juga menjadi momentum membangun budaya tertib berlalu lintas secara berkelanjutan.
Sebab, di balik setiap teguran petugas terdapat pesan keselamatan. Di balik setiap aturan terdapat perlindungan. Dan di balik setiap imbauan kepolisian tersimpan harapan agar setiap pengendara dapat kembali ke rumah dengan selamat dan berkumpul bersama keluarga tercinta.
Polisi Hadir Bukan Hanya Untuk Menindak, Tetapi Juga Mengedukasi Dan Melindungi. Karena Keselamatan Di Jalan Raya Adalah Tanggung Jawab Bersama.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.