Ia berharap kegiatan Jumat Barokah dapat menginspirasi berbagai organisasi dan kelompok masyarakat untuk mengembangkan program kemanusiaan secara konsisten dan berkelanjutan.

“Harapan kami, kebersamaan yang terbangun hari ini dapat terus dipertahankan. Mari kita jadikan kegiatan seperti ini sebagai awal dari gerakan yang lebih luas. Jangan hanya berbagi ketika ada acara, tetapi bangunlah kebiasaan peduli setiap hari. Dengan demikian, manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dan semangat gotong royong tetap hidup di tengah masyarakat,” tutup Herman Wu.

Perkuat Sinergi, Bangun Masyarakat yang Lebih Peduli

Kegiatan Jumat Barokah yang berlangsung pada Jumat, 9 Oktober 2026, menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara TKN Kompas Nusantara, KISS, SKI, dan berbagai elemen masyarakat lainnya.

Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi landasan bagi pelaksanaan program-program sosial berikutnya dengan jangkauan yang lebih luas dan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat.

Pesan “Berbagi Itu Indah, Bersama Kita Bisa” menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Kepedulian dapat tumbuh melalui tindakan sederhana yang dilakukan dengan tulus, konsisten, dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, organisasi kemasyarakatan diharapkan semakin aktif membangun kedekatan dengan warga, memperkuat solidaritas sosial, serta menghadirkan program-program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Jumat Barokah pada akhirnya bukan sekadar kegiatan berbagi bantuan, melainkan juga upaya membangun kesadaran bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berbuat baik dan memberikan manfaat bagi sesama.

Sebab, organisasi yang benar-benar hadir untuk masyarakat tidak hanya dinilai dari besarnya nama atau kuatnya struktur kepengurusan, tetapi juga dari ketulusan, kepedulian, serta manfaat nyata yang diberikan kepada masyarakat.

Kebaikan bukan sekadar kata-kata. Kebaikan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, kepedulian yang tulus, dan semangat kebersamaan yang terus terjaga.

(Dodi Rikardo Sembiring)