Menurutnya, mahasiswa harus berani menyuarakan berbagai kekurangan yang ditemukan, namun tetap mengedepankan penyampaian aspirasi secara normatif dan bertanggung jawab.
“Kita sama-sama bangun Sumatera Utara ini yang jauh lebih baik lagi. Kita suarakan apa yang menjadi kekurangan-kekurangannya dan tetap kita kawal dan kita harus normatif juga tentunya menyuarakan keadilan tersebut,” katanya.
Ia menegaskan, sikap kritis mahasiswa tidak berarti harus selalu menolak setiap kebijakan atau proyek pemerintah. Menurutnya, program yang dinilai baik patut didukung, sedangkan kebijakan yang memiliki persoalan perlu dikritisi.
“Apabila proyek yang diberikan itu bagus, tentu kita harus dukung. Tetapi apabila proyeksi yang diberikan itu penuh kejanggalan-kejanggalan, perlu kita kritisin,” ujarnya.
Karena itu, Ahmad mengajak mahasiswa di Sumatera Utara untuk tetap aktif menyampaikan aspirasi dan menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap pemerintah.
“Intinya mengajak seluruh mahasiswa tetap bersuara, tetap kritis untuk sebagai mitra pemerintah,” pungkasnya.
(Tim)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.