Jika Badikenita menekankan pentingnya pintu sejarah yang telah dibuka, Budi menyoroti keberanian untuk melangkah, sedangkan Maria mengarahkan perhatian pada generasi perempuan yang diharapkan dapat melanjutkan semangat tersebut.
Ketiga pandangan itu kemudian menemukan benang merah dalam penjelasan penulis buku, Mathias Brahmana, yang melihat perjalanan Cory sebagai bagian dari perubahan cara masyarakat Karo memandang kepemimpinan perempuan.
Mathias Brahmana: Kepemimpinan Cory Mengubah Cara Pandang terhadap Perempuan Karo
Sebagai penulis buku biografi tersebut, Mathias Brahmana menempatkan perjalanan Cory dalam konteks sejarah sosial masyarakat Karo.
Dalam keterangannya, Mathias menjelaskan bahwa kehadiran Cory sebagai Wakil Bupati Karo dan kemudian sebagai Bupati Karo telah ikut mengubah cara perempuan dan masyarakat Karo memandang kepemimpinan.
Ia menyoroti bahwa keberhasilan Cory menduduki jabatan kepala daerah memiliki arti khusus di tengah masyarakat yang kuat memegang tradisi patrilineal dan masih dipengaruhi budaya patriarki.
Menurut Mathias, keberhasilan Cory menjadi Bupati Karo perempuan pertama memperluas ruang kemungkinan bagi perempuan Karo pada masa mendatang.
Dalam uraian yang disampaikan pada peluncuran buku, Mathias juga menyebut bahwa Cory merupakan ibu dari lima anak. Perjalanan keluarganya menjadi salah satu bagian dari kisah kehidupan yang diangkat dalam buku tersebut, bersamaan dengan perjalanan profesional dan karir politiknya.
Kisah itu memberikan gambaran mengenai perjalanan seorang perempuan yang menjalani kehidupan keluarga sekaligus menempuh karier hingga mencapai posisi kepemimpinan daerah.
Meski demikian, arti penting perjalanan Cory tidak terletak pada identitasnya sebagai perempuan semata. Pencapaiannya juga harus dipahami dalam konteks proses politik, pengalaman profesional, dukungan masyarakat, serta tanggung jawab yang menyertai jabatan publik.
Mathias memandang bahwa ketika Cory berhasil menduduki jabatan Wakil Bupati dan kemudian jabatan Bupati Karo, terbuka kemungkinan baru bagi anak-anak perempuan untuk membayangkan masa depan mereka dalam berbagai posisi kepemimpinan.
Kepemimpinan yang sebelumnya lebih sering dibayangkan dalam sosok laki-laki kini juga memiliki representasi perempuan Karo.
Namun, menurut narasi yang disampaikan Mathias, membuka pintu sejarah hanyalah permulaan. Di balik jabatan kepala daerah, terdapat berbagai persoalan yang menuntut keberanian nyata dalam mengambil keputusan.
Salah satu pengalaman yang disoroti dalam buku tersebut adalah penertiban Pasar Kabanjahe, ibu kota Kabupaten Karo. Mathias menceritakan adanya tekanan dan ancaman perlawanan dalam proses penertiban tersebut, termasuk ancaman penggunaan batu untuk menghadang petugas.
Kisah itu menggambarkan tantangan yang dapat muncul ketika pemerintah menjalankan kebijakan yang bersinggungan dengan berbagai kepentingan masyarakat.
Meski demikian, penertiban dan penegakan aturan tetap harus dilaksanakan dengan memperhatikan ketentuan hukum, hak masyarakat, serta mekanisme penyelesaian yang dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui kisah-kisah tersebut, Mathias berupaya memperlihatkan bahwa perjalanan Cory tidak hanya berisi pencapaian, tetapi juga pengalaman menghadapi situasi yang menuntut ketegasan dan tanggung jawab.
Tiga Persoalan Penting Menjadi Catatan Kepemimpinan Cory
Dalam sambutannya, Cory sendiri menyoroti tiga persoalan yang menurutnya menjadi bagian penting dari perjalanan kepemimpinannya, yakni penanganan pandemi COVID 19, perjuangan menyediakan lahan bagi pengungsi Gunung Sinabung di Siosar, dan penyelesaian konflik lahan di Mbal Mbal Nodi.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.