Republik.co.id-Pengasuh Pondok Pesantren sekaligus aktivis dakwah, Ustaz Zulfan Nababan, mengapresiasi langkah cepat Bapak Kapolri Jenderal Pol.DR (H.C) Suyudi Ario Seto, SIK.MH, M.Si dan seluruh Jajaran yang aktif hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan keagamaan lintas umat beragama.
Apresiasi tersebut disampaikan Zulfan setelah mencermati langkah Bapak Kapolri dan Seluruh Jajaran yang mendatangi masjid untuk melaksanakan sholat Subuh berjamaah dan sholat Jumat serta mengikuti kegiatan Minggu Kasih di Gereja dan rumah ibadah lain nya.
Menurut Zulfan, kehadiran langsung pimpinan kepolisian di rumah-rumah ibadah merupakan langkah positif untuk memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat. Pendekatan tersebut tidak hanya menunjukkan kedekatan aparat dengan umat beragama, tetapi juga menjadi sarana membangun komunikasi, mempererat persaudaraan, serta menjaga kerukunan dan kedamaian di tengah keberagaman.
“Langkah Bapak Kapolri dan Seluruh Jajaran yang bergerak cepat hadir di masjid, gereja dan rumah ibadah lain nya patut diapresiasi. Ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Rumah ibadah bisa menjadi ruang strategis untuk membangun komunikasi, kebersamaan, dan kepercayaan antara kepolisian dengan seluruh lapisan masyarakat,” ujar Zulfan di Medan, Minggu (18/10/2026).
Ia menilai, kegiatan seperti sholat Subuh berjamaah, sholat Jumat keliling, Minggu Kasih dan ibadah di rumah ibadah yang lain nya akan memberikan dampak lebih besar apabila dilaksanakan secara berkesinambungan, terjadwal, serta terintegrasi dengan program pemberdayaan lingkungan masyarakat di sekitar rumah ibadah.
Menurutnya, pendekatan humanis melalui kegiatan keagamaan perlu dikembangkan menjadi gerakan bersama yang melibatkan kepolisian, tokoh agama, pengurus rumah ibadah, pemuda, dan masyarakat setempat.
Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan program Polri bersama masyarakat, Zulfan mengusulkan sebuah gerakan yang dinamakan POLRI GEMILANG, singkatan dari Gerakan Rumah Ibadah dan Lingkungan Cemerlang.
Gagasan ini merupakan pengembangan dari pendekatan kepolisian yang dekat dengan masyarakat melalui kegiatan keagamaan, sosial, gotong royong, dan pembinaan lingkungan secara terpadu.
“Program ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan ibadah bersama, tetapi berlanjut menjadi gerakan kebersamaan yang nyata. Rumah ibadah dan lingkungan sekitarnya harus menjadi pusat kegiatan positif, tempat masyarakat saling mengenal, saling membantu, dan bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban,” jelasnya.
Zulfan menjelaskan, POLRI GEMILANG dapat dilaksanakan di seluruh rumah ibadah, meliputi masjid, gereja, pura, vihara, dan kelenteng, dengan menyesuaikan karakteristik agama serta kebutuhan masyarakat setempat.
Program tersebut dapat mencakup kegiatan ibadah bersama sesuai keyakinan masing-masing, gotong royong membersihkan rumah ibadah dan lingkungan sekitar, kegiatan sosial, olahraga bersama, serta dialog rutin antara kepolisian, tokoh agama, dan warga.
Ia menilai, interaksi yang terbangun secara rutin akan memperkuat komunikasi antara Polri dan masyarakat sekaligus mempererat kerukunan antarumat beragama di lingkungan tempat tinggal.
Lebih jauh, Zulfan berharap POLRI GEMILANG dapat menjadi salah satu pendekatan preventif untuk mencegah berbagai gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Menurutnya, lingkungan yang memiliki komunikasi sosial kuat, kepedulian bersama, dan partisipasi aktif warga akan lebih siap mengenali serta mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini.













Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.