Menurutnya, hal jauh lebih penting adalah bagaimana perolehan ilmu mampu membentuk pribadi santun, memperkuat keimanan, menumbuhkan kepedulian sosial, serta mendorong seseorang untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Setiap penggunaan waktu untuk belajar, setiap pembacaan halaman kitab, setiap perenungan nasihat guru, dan setiap kesulitan dihadapi dalam proses menuntut ilmu merupakan bagian dari perjuangan patut dihargai.

Ia juga mengingatkan bahwa perjalanan pendidikan tidak selalu memberikan hasil secara instan. Ada proses panjang harus dilalui, ada pengorbanan yang harus dilakukan, dan ada kesungguhan perlu dipertahankan meski pun hasil diharapkan belum segera terlihat.

“Jangan pernah meremehkan proses. Bisa jadi, sesuatu hari ini terasa berat justru menjadi bekal berharga untuk menghadapi kehidupan pada masa mendatang. Teruslah belajar, perbaiki diri, hormati guru, sayangi orang tua, dan jadikan ilmu sebagai jalan untuk melakukan kebaikan,” pesannya.

Pesan untuk Para Santri: Semakin Berilmu, Semakin Rendah Hati

Kepada seluruh santri penempuh pendidikan di berbagai pesantren dan lembaga pendidikan Islam, Deli Erlina berpesan agar mereka tidak pernah kehilangan semangat dalam memperjuangkan cita-cita.

Ia berharap para santri dapat tumbuh menjadi generasi tidak hanya memiliki pengetahuan baik tentang agama, tetapi juga mampu menunjukkan keteladanan melalui sikap dan perbuatan.

Menurutnya, kecerdasan tanpa akhlak berisiko membuat seseorang kehilangan arah, sedangkan ilmu disertai kerendahan hati dapat menjadi jalan untuk memberikan manfaat lebih luas kepada masyarakat.

“Teruslah menuntut ilmu dengan semangat tidak pernah padam. Tidak hanya jadi generasi cerdas dalam pemahaman, tetapi juga mulia dalam perbuatan. Semakin banyak kalian peroleh ilmu, semakin rendah hatilah kalian kepada sesama, dan semakin dekatkan langkah kalian untuk kembali kepada Allah SWT,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa orang berilmu seharusnya semakin menyadari betapa luasnya pengetahuan belum dipahami.

Karena itu, ilmu hendaknya tidak dijadikan alasan untuk merendahkan orang lain, merasa paling benar, atau membanggakan diri secara berlebihan. Sebaliknya, ilmu harus menjadi sumber kebijaksanaan, kesantunan, dan kepedulian terhadap sesama manusia.

Deli Erlina berharap para santri kelak dapat mengambil peran penting dalam kehidupan bermasyarakat, baik sebagai pendidik, ulama, pemimpin, maupun berbagai profesi lainnya memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.

Pesan Khusus untuk Anak Tercinta: Bunda Selalu Mendoakan Setiap Langkahmu

Di antara penyampaian pesan pada peringatan Hari Santri Nasional 2026 tersebut, terdapat ungkapan paling personal dan menyentuh hati, yakni pesan seorang ibu kepada anak kandungnya tercinta.

Dengan penuh kasih sayang, Deli Erlina menyampaikan bahwa perjuangan anaknya dalam menuntut ilmu merupakan perjalanan membutuhkan kesabaran, keteguhan hati, dan semangat harus senantiasa dipelihara.

Sebagai seorang ibu, ia memahami bahwa perjalanan menuntut ilmu tidak selalu mudah. Ada rasa lelah terkadang sulit diungkapkan, ada kerinduan kepada keluarga, serta ada berbagai tantangan harus dihadapi sendiri.

Namun, di balik setiap perjuangan tersebut, tersimpan harapan besar agar sang anak tumbuh menjadi pribadi berilmu, berakhlak mulia, berbakti kepada orang tua, dan senantiasa berada di jalan yang diridai Allah SWT.

Kepada anaknya tercinta, Deli Erlina menyampaikan pesan penuh ketulusan dari lubuk hatinya.

“Bunda ingin menyampaikan pesan paling tulus dari hati Bunda kepadamu: tetaplah bersabar, wahai anakku. Dalam kesabaran, ada kemudahan Allah janjikan. Jangan pernah merasa terlalu berat ketika rasa lelah menghampiri, karena setiap perjuanganmu dalam menuntut ilmu merupakan bagian dari ikhtiar untuk meraih masa depan lebih baik.