Dalam konteks tersebut, kehadiran rumah tahfidz tidak hanya berkaitan dengan kegiatan pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia berkarakter dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Dihadiri Sejumlah Tokoh Nasional dan Daerah

Peringatan Haul ke 17 Tuan Guru Batak Syekh Abdurrahman Rajagukguk QS tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, pejabat pemerintah daerah, unsur TNI Polri, tokoh agama, akademisi, serta ribuan jamaah.

Di antara tokoh yang hadir ialah Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Dr H Sugiat Santoso, S.E., M.S.P.; Wakil Bupati Simalungun, H Zonny Waldi, S.Sos., M.M.; Komandan Distrik Militer 0207/Simalungun, Letnan Kolonel Infanteri Agus Muchtadi Rangkuti, S.E., M.I.P.; serta Kepala Kepolisian Resor Simalungun, AKBP Dr Hendri Nupia Dinka Barus.

Hadir pula Kepala Kepolisian Resor Pematang Siantar, AKBP Dhana Noer Kurniawan, S.I.K., M.M.; Rektor Universitas Negeri Medan periode 2019–2023, Prof. Dr. Syamsul Gultom; dan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sumatera Utara, Gusmiyadi, S.E.

Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan pentingnya membangun kebersamaan dan komunikasi di antara pemangku kepentingan dalam menjaga kehidupan masyarakat aman, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.

Partisipasi jajaran pemerintah dalam kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kedekatan dengan masyarakat serta memahami pentingnya nilai-nilai hidup di tengah lingkungan sosial.

Eko Yudis Parlin Rajagukguk: Imigrasi Harus Hadir dengan Semangat Kemanusiaan

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Eko Yudis Parlin Rajagukguk, menyampaikan bahwa kehadiran jajaran keimigrasian dalam kegiatan tersebut merupakan wujud dukungan terhadap upaya mempererat hubungan antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat.

Menurutnya, institusi pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menjalankan tugas dan fungsi sesuai kewenangannya sekaligus membangun hubungan baik dengan masyarakat.

“Partisipasi kami dalam kegiatan ini merupakan wujud komitmen untuk terus menjalin sinergi dengan seluruh elemen masyarakat, sekaligus memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan persatuan bangsa,” ujar Eko Yudis Parlin Rajagukguk.

Ia menegaskan, nilai kemanusiaan dan persatuan merupakan fondasi penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, hubungan yang harmonis antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat perlu terus dipelihara melalui komunikasi, kebersamaan, serta partisipasi dalam berbagai kegiatan positif.

Eko juga menekankan bahwa keberadaan institusi pemerintah di tengah masyarakat tidak semestinya hanya dipahami dari pelaksanaan tugas administratif dan pelayanan formal. Lebih dari itu, hubungan sosial baik dapat menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi negara.

“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Imigrasi tidak hanya berkaitan dengan pelayanan keimigrasian, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat yang turut mendukung kegiatan positif serta memberikan manfaat nyata bagi bangsa dan negara,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa semangat kemanusiaan, toleransi, dan persatuan harus terus dijaga agar masyarakat dapat hidup berdampingan secara damai, saling menghormati, dan bersama-sama berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Sejalan dengan Semangat “Imigrasi untuk Rakyat”

Eko Yudis Parlin Rajagukguk juga mengaitkan partisipasi tersebut dengan semangat “Imigrasi untuk Rakyat” digaungkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko.