MEDAN | REPUBLIK.CO.ID — Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh Komunitas Indonesia Semua Suku (KISS), Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat Tim Kenziro Kompas Nusantara (DPP LSM TKN), dan Satkom Trisula Kopasgat (Satuan Komunikasi Trisula Korps Pasukan Gerak Cepat), melalui aksi sosial pembagian 2000 paket beras kepada masyarakat di Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Pada hari Rabu (28/10/2026).

Dengan tema semangat berbagi kasih dan mempererat persaudaraan, kegiatan bakti sosial tersebut dilakukan di Vihara Thien San Thien Shia, Jalan Bulu Perindu Nomor 67 C, Kota Medan. Dimulai pada jam 14:30 WIB, dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Dewi Kwan  yang diperingati pada tanggal 19 bulan kesembilan penanggalan Imlek atau dikenal dengan sebutan 9 Gwek 19.

Kegiatan ini bukan sekedar aksi pembagian bantuan pangan, melainkan juga menjadi simbol kuat bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu, bergandengan tangan, dan menghadirkan manfaat untuk masyarakat. Pada saat tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat, kepedulian sosial seperti ini menjadi salah satu bentuk solidaritas yang diharapkan mampu meringankan beban kebutuhan sehari-hari warga.

Ketua Umum Komunitas Indonesia Semua Suku (KISS), Akiong, menegaskan bahwa kegiatan pembagian 2000 paket beras tersebut merupakan wujud komitmen organisasi dalam menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan, solidaritas, dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, semangat berbagi harus terus ditanamkan dalam kehidupan bermasyarakat karena kebahagiaan sejati tidak hanya diukur dari apa yang dimiliki seseorang, rapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain.

“Semoga kegiatan bakti sosial ini membawa berkah, mempererat tali silaturahmi, serta menumbuhkan semangat kepedulian dan kebersamaan dalam membantu sesama. Kami berharap bantuan beras ini dapat meringankan kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi keluarga penerima”, ujarnya. Akiong juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum peringatan ulang tahun Dewi Kwan Im sebagai kesempatan memperbanyak perbuatan baik, menebarkan kasih sayang, serta memperkuat kepedulian sosial tanpa memandang perbedaan.

“Bagi kami, kebahagiaan bukan hanya tentang apa yang kita miliki, tetapi juga bagaimana kita dapat berbagi dan menghadirkan manfaat bagi orang lain, semangat inilah yang ingin terus kami tumbuhkan melalui kegiatan sosial seperti ini”, katanya. Dirinya berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tapi menjadi gerakan sosial berkelanjutan yang mampu menginspirasi semakin banyak pihak untuk peduli terhadap sesama.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum 1 Satkom Trisula Kopasgat (Satuan Komunikasi Trisula Korps Pasukan Gerak Cepat), Supianto, yang hadir mewakili Ketua, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan kemanusiaan tersebut. Menurut Supianto, kolaborasi Kopasgat, KISS, dan DPP LSM TKN membuktikan bahwa organisasi kemasyarakatan memiliki peran penting dalam memperkuat solidaritas sosial sekaligus menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Kebersamaan dan kepedulian merupakan kekuatan penting untuk mempererat persatuan serta membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis”, ungkap Supianto. Dirinya menilai, kepedulian sosial harus menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya dibebankan kepada pemerintah atau kelompok. Dengan kolaborasi yang solid, berbagai organisasi dan komunitas diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi dalam membantu masyarakat menghadapi tantangan kehidupan, Supianto juga mengingatkan bahwa nilai gotong royong merupakan salah satu kekuatan bangsa Indonesia yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP LSM TKN, Adi Warman Lubis, menegaskan bahwa kegiatan bakti sosial tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekedar penyaluran bantuan pangan. Menurutnya, pembagian 2000 paket beras merupakan cerminan nyata semangat persaudaraan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial yang seharusnya menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat.

“Bakti sosial ini bukan sekadar membagikan beras, melainkan juga menjadi wujud nyata kepedulian, persaudaraan, dan tanggung jawab sosial. Perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu dan berbuat baik. Justru melalui kebersamaan, kita dapat menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat”, kata Adi Warman Lubis. Dirinya menekankan bahwa Indonesia merupakan bangsa besar yang dibangun di atas keberagaman suku, agama, budaya, dan golongan. Karena itu, semangat toleransi dan persatuan harus terus diperkuat melalui tindakan nyata yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Adi Warman Lubis juga mengajak seluruh organisasi kemasyarakatan, komunitas sosial, tokoh agama, tokoh pemuda, dan berbagai elemen bangsa untuk tidak pernah lelah menebarkan kebaikan. Menurutnya, kegiatan sosial yang dilaksanakan secara bersama-sama dapat menjadi sarana memperkuat hubungan antarmasyarakat sekaligus menumbuhkan rasa saling menghormati di tengah perbedaan.

“Semoga bantuan yang disalurkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat penerima. Kami juga berharap semangat berbagi, toleransi, dan gotong royong terus tumbuh sehingga persatuan dan kerukunan di tengah masyarakat semakin kuat”, ujarnya.

Kegiatan bakti sosial yang dilakukan di Vihara Thien San Thien Shia tersebut juga membawa pesan moral bahwa nilai-nilai kemanusiaan bersifat universal. Kepedulian terhadap sesama tidak seharusnya dibatasi oleh identitas, keyakinan, maupun latar belakang sosial.

Justru di tengah keberagaman itulah semangat persaudaraan harus terus dipupuk agar tercipta kehidupan masyarakat yang rukun, damai, dan saling menghargai. Pembagian 2.000 paket beras tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat secara ekonomi, tetapi juga menghadirkan pesan bahwa masyarakat tidak berjalan sendiri dalam menghadapi kesulitan hidup.

Momentum menyambut ulang tahun Dewi Kwan Im 9 Gwek 19 pun menjadi pengingat pentingnya menebarkan kasih sayang, memperbanyak kebajikan, dan mengulurkan tangan kepada mereka yang membutuhkan. Sebab, persaudaraan sejati bukan hanya diucapkan melalui kata-kata, melainkan dibuktikan melalui tindakan nyata.